Nabi Idris AS adalah salah satu nabi besar dalam Islam yang kisahnya disebut dalam Al-Qur’an. Beliau dikenal sebagai sosok cerdas, ahli ibadah, guru umatnya, serta manusia pertama yang menulis dengan pena. Salah satu pertanyaan penting dalam kajian sejarah kenabian adalah: Nabi Idris merupakan nabi ke berapa dalam urutan para nabi?
Meskipun banyak masyarakat Muslim meyakini urutan tertentu, para ulama sejarah dan ahli hadis memiliki beragam pandangan mengenai posisi Nabi Idris dalam daftar para nabi yang diutus oleh Allah SWT. Perbedaan ini muncul karena sebagian riwayat bersumber dari hadis, sebagian dari riwayat sahabat, dan sebagian dari tradisi sejarah Islam terdahulu.
Nabi Idris dalam Al-Qur’an
Allah SWT menyebutkan Nabi Idris dalam dua tempat di Al-Qur’an, yaitu:
1. Surah Maryam ayat 56–57
2. Surah Al-Anbiya ayat 85
Salah satu ayat menyebutkan:
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
“Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)
Ayat ini menunjukkan kemuliaan Nabi Idris sebagai sosok yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Namun, Al-Qur’an tidak menyebut urutan kenabiannya secara eksplisit, sehingga pembahasan ini merujuk pada hadis dan literatur sejarah Islam.
Nabi Idris Nabi ke Berapa?
Pendapat mayoritas ulama menyebut bahwa Nabi Idris adalah nabi ke-2 setelah Nabi Adam dan sebelum Nabi Nuh. Artinya, urutan kenabian menurut pendapat terbanyak adalah:
1. Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
Namun, beberapa ulama menyebutkan variasi urutan karena berdasarkan sumber sejarah yang berbeda.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, berikut perbedaan pendapat para ulama mengenai urutan kenabian Nabi Idris.
Pendapat Para Ulama Tentang Urutan Kenabian Nabi Idris
1. Ibn Katsir — Nabi Kedua Setelah Adam
Dalam kitab Al-Bidāyah wan-Nihāyah, Ibn Katsir menyebutkan bahwa Nabi Idris adalah nabi kedua setelah Nabi Adam. Pendapat ini juga didukung riwayat bahwa Idris hidup 308 tahun setelah Adam wafat.
Menurut Ibn Katsir, Idris termasuk dalam golongan Ashabul Irsyad atau para nabi yang diberi peranan untuk membimbing umat dalam akhlak, pengetahuan, dan teknologi awal.
2. Imam As-Suyūṭī — Nabi Kedua atau Ketiga (Riwayat Variatif)
Dalam kitab Al-Durr al-Mantsūr, Imam As-Suyuthi mengumpulkan riwayat yang menyebut dua kemungkinan:
Idris adalah nabi kedua setelah Adam
Idris adalah nabi ketiga setelah Adam dan Syits
Riwayat pertama lebih kuat, namun riwayat kedua muncul karena sebagian ulama melihat adanya peran Nabi Syits yang diberi suhuf setelah Adam.
3. Ath-Thabari — Nabi Ketiga Setelah Adam dan Syits
Dalam Tārīkh al-Umam wal-Mulūk, Ath-Thabari berpendapat bahwa urutan nabi pertama adalah:
1. Adam
2. Syits
3. Idris
Ath-Thabari mendasarkan pendapatnya pada riwayat sejarah yang menyebut bahwa Syits adalah penerus Adam dalam kepemimpinan spiritual sebelum Idris diangkat menjadi nabi.
4. Imam Al-Qurthubi — Tidak Menetapkan Urutan Pasti
Dalam Tafsir Al-Qurthubi, beliau menyebut:
“Tidak ada riwayat yang qat’i atau pasti mengenai urutan para nabi kecuali informasi global.”
Artinya, beliau mengakui bahwa Idris adalah salah satu nabi awal, tetapi tidak menentukan urutan secara tegas karena sanad riwayat tentang urutan nabi tidak semuanya sahih.
Namun, beliau mengakui bahwa pendapat paling masyhur adalah Idris merupakan nabi kedua setelah Adam dan sebelum Nuh.
5. Syekh Nawawi Al-Bantani — Nabi Kedua (Pendapat Masyrur di Alam Pesantren)
Dalam kitab Qishash al-Anbiyā’, Syekh Nawawi menegaskan bahwa pendapat paling kuat adalah bahwa:
Nabi Idris adalah nabi kedua setelah Nabi Adam.
Beliau menambahkan bahwa Nabi Idris menerima tugas penting dalam membimbing manusia dalam:
1. Tulisan dan pengetahuan
2. Perhitungan waktu (astronomi)
3. Adab sosial dan ibadah
Pendapat ini menjadi rujukan kuat di kalangan ulama Nusantara.
Mengapa Ada Perbedaan Urutan Nabi?
Perbedaan ini muncul karena:
1. Hadis urutan nabi tidak mutawatir
2. Riwayat berasal dari ahli kitab yang dikutip sebagian ulama sejarah
3. Tidak ada penjelasan numerik dalam Al-Qur’an tentang urutan pasti
4. Sebagian sumber sejarah hilang atau tidak lengkap
Namun, perbedaan ini tidak menimbulkan masalah akidah karena tidak berdampak pada kewajiban iman kepada para nabi.
Peran dan Keistimewaan Nabi Idris
Selain pembahasan urutan kenabian, ulama sepakat bahwa Nabi Idris memiliki peran penting dalam sejarah manusia:
1. Orang pertama yang menulis dengan pena
2. Orang pertama yang mengetahui ilmu perbintangan
3. Orang pertama yang menjahit pakaian bukan dari daun
4. Pelopor ilmu pengetahuan dalam umat manusia
Karena kontribusinya dalam ilmu dan peradaban, Allah memuliakannya dengan firman:
“Dan Kami angkat dia ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)
Kesimpulan
Setelah mengkaji pendapat para ulama, dapat disimpulkan:
✔ Mayoritas ulama menyebut bahwa Nabi Idris adalah nabi kedua setelah Nabi Adam.
✔ Ada pendapat lain yang menyebut beliau sebagai nabi ketiga setelah Adam dan Syits.
✔ Perbedaan ini tidak mempengaruhi keyakinan utama bahwa Nabi Idris adalah salah satu nabi agung awal dalam sejarah manusia.


Posting Komentar