Nabi Idris AS merupakan salah satu nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Selain dikenal sebagai manusia pertama yang menulis dengan pena, banyak riwayat menyebutkan bahwa beliau juga merupakan penjahit pertama di dunia yang menjahit pakaian menggunakan jarum dan benang, berbeda dengan manusia sebelumnya yang hanya mengenakan pakaian dari kulit binatang atau daun-daunan.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Apakah benar Nabi Idris adalah penjahit pertama? Apakah ada perbedaan pendapat di kalangan ulama?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat sumber literatur klasik dan pendapat para ulama besar dalam sejarah Islam.
Baca Juga Kisah Nabi Uzair Dalam Alquran Surah Albaqaroh
Nabi Idris dalam Al-Qur’an
Nama Nabi Idris disebut dalam dua ayat Al-Qur’an:
1. QS. Maryam: 56–57
2. QS. Al-Anbiya: 85
Allah menyebut Nabi Idris sebagai sosok yang ṣiddīq (sangat jujur) dan nabiyyā (nabi), serta mengangkatnya ke tempat yang tinggi.
Meskipun Al-Qur’an tidak menyebut profesinya, penjelasan mengenai Idris sebagai penjahit berasal dari hadis dan penjelasan ulama sejarah.
Hadis tentang Nabi Idris sebagai Penjahit
Dalam sebuah riwayat yang dinukil oleh Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang menjahit pakaian. Sebelumnya manusia hanya menggunakan kulit hewan atau daun untuk menutupi tubuh.
Riwayat ini disampaikan oleh Ibnu Abbas dan dikutip dalam banyak kitab sejarah para nabi.
Pendapat Ulama Tentang Nabi Idris Sebagai Penjahit
Berikut lima pendapat ulama mengenai profesi Nabi Idris sebagai penjahit dan bagaimana beliau memperkenalkan pakaian berjahit kepada manusia.
Baca Juga Rahasia Ketapel Nabi Daud Dalam Mengalahkan Raksasa Jalut
1. Ibn Katsir — Nabi Idris Penjahit Pertama
Dalam kitab Al-Bidāyah wan-Nihāyah, Ibn Katsir menegaskan bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang menjahit pakaian dan menggunakan jarum.
Beliau juga menyebut bahwa setiap jahitan yang dilakukan Idris disertai dengan dzikrullah, menunjukkan bahwa pekerjaannya adalah bentuk ibadah.
Menurut Ibn Katsir, keahlian ini bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi bagian dari peningkatan peradaban.
2. Imam As-Suyūṭī — Idris Mengajarkan Cara Menjahit kepada Manusia
Dalam Al-Durr Al-Mantsūr, As-Suyūṭī menguatkan pendapat Ibn Katsir dan menambahkan bahwa Nabi Idris bukan hanya menjahit untuk dirinya, tetapi juga mengajarkan umatnya cara membuat pakaian yang rapi dan layak.
As-Suyūṭī juga menyebut bahwa Idris memperkenalkan teknik pola, ukuran, dan bentuk pakaian yang berbeda sesuai kebutuhan manusia.
3. Ath-Thabari — Idris Penjahit dan Ahli Perhitungan
Dalam Tārīkh al-Umam wal-Mulūk, Imam Ath-Thabari menyebut bahwa Nabi Idris adalah:
1. Orang pertama yang mengenakan pakaian berjahit
2. Orang pertama yang dapat menghitung pola
3. Orang pertama yang memahami ukuran tubuh manusia dalam menjahit
Ia juga disebut sebagai pelopor ilmu ukur dan matematika dasar yang mendukung keterampilan menjahit.
4. Al-Qurthubi — Idris Penjahit Sekaligus Ahli Astronomi
Dalam Tafsir Al-Qurthubi, beliau menyampaikan bahwa riwayat paling kuat mengenai profesi Idris adalah bahwa beliau merupakan penjahit pertama.
Namun, Al-Qurthubi menambahkan dimensi berbeda: Idris bukan sekadar penjahit biasa, tetapi mengaitkan pola pakaian dengan pergerakan waktu, karena ia juga ahli astronomi.
Pola pakaian yang rapi menunjukkan kecerdasan dan metodologi ilmiah yang dimiliki Idris.
Baca Juga Nabi Idris Wafat Pada Usia Berapa? Ini Penjelasan Para Ulama
5. Syekh Nawawi Al-Bantani — Idris Penjahit Berakhlak Mulia
Dalam kitab Qishash al-Anbiyā’, Syekh Nawawi menegaskan bahwa Idris adalah penjahit pertama, serta menjelaskan bahwa beliau selalu membaca tasbih dalam setiap jahitan.
Beliau menekankan nilai spiritual dalam pekerjaan Idris, menunjukkan bahwa Islam memandang pekerjaan tangan sebagai ibadah jika dilakukan dengan niat yang baik.
Tidak ada ulama besar yang menyatakan bahwa Idris bukan penjahit, sehingga pendapat ini termasuk kuat dan masyhur dalam sejarah Islam.
Makna Historis: Idris sebagai Pelopor Peradaban
Menjahit bukan sekadar pekerjaan teknis. Dalam Islam, profesi Nabi merupakan sumber nilai dan teladan. Dengan menjadi penjahit, Nabi Idris mengajarkan:
1. Kerapian dan kebersihan dalam berpakaian
2. Etika kerja dan kreativitas
3. Perkembangan teknologi dalam peradaban awal
Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghargai keterampilan, kerja keras, dan inovasi sejak era para nabi pertama.
Nilai Spiritual di Balik Profesi Nabi Idris
Riwayat tentang Nabi Idris yang berdzikir dalam setiap jahitannya memberikan pesan penting:
Bekerja bukan hanya mencari nafkah, tetapi ibadah bila disertai niat yang benar.
Dalam dunia modern, ini menjadi teladan bahwa profesi apa pun, apakah menjahit, berdagang, bertani, atau mengajar, semuanya dapat menjadi amal saleh.
Kesimpulan
Berdasarkan sumber hadis dan pernyataan ulama klasik hingga kontemporer:
✔ Nabi Idris adalah penjahit pertama dalam sejarah manusia.
✔ Para ulama seperti Ibn Katsir, Ath-Thabari, As-Suyūṭī, Al-Qurthubi, dan Syekh Nawawi Al-Bantani sepakat akan hal ini.
✔ Tidak ditemukan ulama besar yang menolak riwayat tersebut, sehingga statusnya termasuk pendapat masyhur dan kuat dalam literatur Islam.
Nabi Idris bukan hanya sekadar penjahit, tetapi juga pelopor ilmu peradaban, teknologi hidup, dan etika kerja dalam Islam.
Beli Buku Kisah Para Nabi Untuk Anak Balita Disini

Posting Komentar