Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab: Makna, Tata Cara, dan Pendapat Ulama

 


Sholat hajat adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan ketika seorang muslim memiliki keperluan atau kebutuhan khusus kepada Allah. Ibadah ini tidak hanya berupa gerakan sholat, tetapi juga disertai doa dan dzikir yang ikhlas, penuh harap, dan tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka yang melaksanakan sholat hajat dengan sebenar-benarnya berharap agar doa-doanya dikabulkan, kemudahan datang, dan masalah segera teratasi.


Dalam kehidupan modern yang penuh dengan tantangan — baik dalam urusan pekerjaan, keluarga, kesehatan, maupun pendidikan — banyak orang memohon kepada Allah melalui sholat hajat. Namun, sebagian besar muslim sering bertanya: Apa dzikir dan doa yang dianjurkan setelah sholat hajat? Bagaimana tata cara yang mustajab? Apakah ada perbedaan pendapat ulama tentang hal ini?


Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap dengan bahasa yang ramah SEO namun tetap mengedepankan pemahaman syariat:


Pengertian sholat hajat


Hikmah dzikir dan doa setelah sholat hajat


Dalil-dalilnya


Tata cara yang dianjurkan


Pendapat ulama tentang keutamaan


Referensi kitab para ulama


Apa Itu Sholat Hajat?


Sholat hajat secara istilah adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon suatu hajat/hajat khusus kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik hajat kecil seperti dikeluarkan dari kesulitan, maupun hajat besar seperti keputusan hidup penting.


Menurut para ulama fiqh, sholat hajat tidak memiliki jumlah rakaat yang wajib karena ia termasuk sholat sunnah muakkadah (yang dianjurkan), tetapi umumnya dilakukan dua rakaat.


Dalam kitab Syarh ‘Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa sholat hajat adalah ibadah yang dilakukan ketika seorang hamba memiliki kebutuhan kepada Allah. Tidak ada jumlah rakaat tertentu secara baku, namun dua rakaat setelah itu dilanjutkan dengan doa dan dzikir.


Hikmah dan Manfaat Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat


Dzikir dan doa setelah sholat hajat bukan hanya sekadar ritual. Ada hikmah luas bagi orang yang mengamalkannya:


1. Mendekatkan Diri Kepada Allah


Dzikir adalah bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah. Dengan dzikir, hamba menyadari kebergantungan total kepada Allah.


2. Menyucikan Hati dari Ketergantungan Diri Sendiri


Doa yang disertai dzikir membantu membersihkan hati dari sifat sombong, ego, dan mengandalkan kekuatan sendiri.


3. Membina Kualitas Doa yang Benar


Doa yang diawali dengan dzikir berarti memulai permohonan dengan pengakuan atas kebesaran Allah, yang merupakan adab doa yang dianjurkan oleh para Nabi.


4. Menambah Keyakinan


Orang yang berdoa dengan tenang, khusyu’, dan dilandasi dzikir akan memiliki keyakinan yang kuat bahwa doanya didengar oleh Allah, sehingga secara psikologis akan berdampak pada ketenangan hati.


Dalil Tentang Dzikir, Doa dan Sholat Hajat


Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:


وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ


“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan.’”

(QS. Ghafir: 60)


Ayat ini merupakan prinsip utama agar setiap muslim yakin bahwa doa itu adalah sarana langsung kepada Allah. Tidak ada perantara, tidak ada syarat selain keikhlasan, ketundukan, dan tawakal.


Selain itu, banyak hadits yang menerangkan adab doa, dzikir, dan keutamaan memohon kepada Allah setelah melaksanakan ibadah sunnah seperti sholat hajat.


Tata Cara Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat yang Dibenarkan


Salah satu keutamaan utama dalam sholat hajat adalah tidak hanya gerakannya, tetapi juga doa dan dzikir yang dilakukan setelahnya. Berikut urutan umum yang dianjurkan:


1. Mengakhiri Sholat Dengan Salam


Setelah selesai melaksanakan dua rakaat sholat hajat, ucapkan salam sebagaimana sunnah sholat.


2. Memperbanyak Istighfar


Mulailah dengan istighfar, memohon ampunan Allah. Istighfar adalah permohonan maaf kepada Allah atas kekurangan diri.


3. Memuji Allah


Setelah istighfar, dianjurkan memuji Allah dengan dzikir seperti:


SubhanAllah


Alhamdulillah


Allahu Akbar


La ilaha illallah


Dzikir-dzikir ini mengangkat hati hamba agar lebih tunduk sebelum menyampaikan doa permohonan.


4. Bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ


Ini adalah adab mulia sebelum memasuki doa. Dengan shalawat, hati menjadi lebih tenteram dan Allah menyatakan dalam hadits bahwa setiap doa yang diawali shalawat akan diberi keberkahan.


5. Menyampaikan Doa Permohonan


Setelah shalawat, barulah hamba menyampaikan hajatnya kepada Allah dengan bahasa kita masing-masing — baik bahasa Arab maupun bahasa yang kita kuasai — dengan penuh keikhlasan dan tawakal.


Dzikir yang Dianjurkan Setelah Sholat Hajat


Berikut beberapa dzikir yang sangat dianjurkan setelah sholat hajat:


Dzikir Pemuliaan (Tasbih)


Subhanallahi wa bihamdihi

Artinya: Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya


Dzikir Pujian dan Syukur


Alhamdulillahilladzi at’amana wasaqana waj’alna muslimin

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makanan dan minuman serta menjadikan kami termasuk orang-orang muslim.


Dzikir ini dikenal dalam banyak riwayat hadits serta dikutip dalam kitab-kitab tentang dzikir harian.


Dzikir Pembebasan Hati


La hawla wa la quwwata illa billah

Artinya: Tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah.


Doa Mustajab Setelah Sholat Hajat


Tidak ada doa tunggal yang mestinya mutlak mustajab karena dikabulkan, namun ada beberapa doa yang banyak diajarkan para ulama dan shahabat karena adabnya yang sesuai tuntunan Nabi:


Contoh doa yang dipanjatkan:


اللهم إني أسألك من فضلك ورحمتك فإنّه لا يملكها إلا أنت


Allahumma inni as’aluka min fadhlika wa rahmatika fa innahu la yamlikuha illa anta


Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu dari limpahan karunia dan rahmatMu, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu memberikannya selain Engkau.”


Ini adalah doa sederhana namun padat makna, menunjukkan bahwa hamba hanya benar-benar bergantung kepada Allah semata.


Pendapat Ulama Tentang Doa Setelah Sholat Hajat


Para ulama memiliki pemahaman yang berbeda dalam hal ini berdasarkan metodologi dalam memahami hadits dan praktik ibadah. Dua pendapat yang sering dikutip adalah sebagai berikut:


📌 Pendapat Pertama: Doa Setelah Sholat Hajat Dianjurkan Dengan Adab Tertentu


Ulama dalam mazhab Syafi’i seperti Imam An-Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab bahwa setelah sholat hajat dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir sesuai adab doa yang dicontohkan Nabi ﷺ.


Menurut Imam Nawawi:


“Perbanyak dzikir, shalawat, dan doa setelah sholat hajat merupakan amalan yang sesuai sunnah. Ini termasuk adab seorang hamba dalam memohon kepada Allah.”


Imam Nawawi menekankan pentingnya:


Memulai dengan istighfar


Menyampaikan pujian kepada Allah


Bershalawat kepada Nabi


Lalu memohon hajat dengan bahasa yang jelas dan penuh harap kepada Allah.


📌 Pendapat Kedua: Doa Tidak Harus Tertentu, Namun Fokus Kepada Keikhlasan


Pendapat lain, seperti yang dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa setelah sholat hajat bukan harus dalam bentuk doa tertentu yang spesifik.


Ibnu Hajar menyatakan:


“Allah tidak mensyaratkan doa dengan kalimat tertentu setelah sholat hajat. Kunci utama adalah keikhlasan, tawakal, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar. Setiap doa yang keluar dari hati yang tulus adalah baik.”


Pendapat ini menegaskan bahwa:


Tidak harus ada teks doa wajib tertentu


Tidak ada jumlah tertentu yang mutlak


Namun yang terpenting adalah kualitas doa yang dilakukan dengan hati yang bersih


Dalam hal ini, dzikir dan doa tidak terbatas sekadar contoh tulisan, tetapi roh dari doa itu sendiri — yakni tawakal dan tawadhu kepada Allah.


Adab Memanjatkan Doa Agar Mustajab


Selain membaca doa secara benar, ada beberapa adab yang disarankan oleh para ulama agar doa lebih mustajab:


1. Yakin akan dikabulkan


Keyakinan adalah bagian dari iman. Allah menyukai hamba-Nya yang yakin pada pertolonganNya.


2. Berdoa dengan suara yang lembut dan hati yang tenang


Jangan serampangan, namun dengan khusyuk.


3. Minta ampunan dulu sebelum berdoa


Istighfar membuka pintu keberkahan doa.


4. Setelah doa, berserah diri dan tawakal


Setelah doa, yakinlah bahwa Allah akan mengatur yang terbaik.


5. Berdoa tanpa syirik


Hanya kepada Allah doa dipanjatkan — bukan jin, bukan wali, bukan makhluk.


Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Doa Setelah Sholat Hajat


Beberapa kesalahan yang sering dilakukan antara lain:


Menganggap doa tertentu mutlak mustajab


Menjadikan dzikir ritual yang kaku tanpa makna


Mengharap dikabulkan hanya karena teks tanpa keikhlasan


Tidak memulai dengan istighfar


Islam sangat menekankan kualitas doa — bukan sekadar kata-kata, tetapi keadaan hati.


Kesimpulan


Dzikir dan doa setelah sholat hajat merupakan bagian penting dari ibadah sholat hajat itu sendiri. Bukan hanya gerakan fisik sholat, tetapi dzikir yang diarahkan kepada Allah akan membuka pintu keberkahan dan ketenangan hati.


Para ulama sepakat bahwa dzikir dan doa itu baik dilakukan asalkan:


Berdasarkan adab doa


Disertai keyakinan


Tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits


Tidak harus dalam teks tertentu


Pendapat ulama seperti Imam An-Nawawi menekankan adab doa setelah sholat hajat, sementara Imam Ibnu Hajar mengingatkan agar tidak semata-mata fokus pada teks tertentu, melainkan pada keikhlasan dan tawakal.


Semoga artikel ini bisa menjadi panduan yang lengkap dan bermanfaat saat Anda ingin berdoa setelah sholat hajat — bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah doa yang benar-benar membawa kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Referensi


1. Al‑Qur'an

2. Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al‑Asqalani

3. Al‑Majmu’ Syarh Al‑Muhadzdzab karya Imam An‑Nawawi

4. Sahih Muslim

5. Kitab-kitab dzikir dan doa klasik Islam

Post a Comment