Pembahasan mengenai kehidupan para nabi sering kali menarik perhatian umat Islam. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah: Apakah ada nabi yang tidak menikah? Mayoritas nabi dan rasul memang menikah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa para nabi diutus sebagai teladan dalam kehidupan, termasuk dalam hal berkeluarga. Namun, terdapat satu nabi yang dikenal tidak menikah sepanjang hidupnya, yaitu Nabi Isa ‘Alaihissalam.
Dalam Islam, status Nabi Isa sebagai nabi yang tidak menikah bukanlah kekurangan atau sesuatu yang menunjukkan ketidaksempurnaan, tetapi bagian dari hikmah dan kehendak Allah untuk menunjukkan tanda kekuasaan-Nya. Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini, tetapi mayoritas sepakat bahwa Nabi Isa memang belum pernah menikah.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang nabi yang tidak menikah menurut Islam, hikmahnya, serta pendapat ulama beserta referensi kitabnya.
Baca Juga Nabi Daud Hidup Pada Masa Raja Siapa?
Nabi Isa: Satu-Satunya Nabi yang Tidak Menikah
Dalam tradisi Islam, nabi dan rasul umumnya menikah untuk menjaga fitrah manusia, keturunan, serta menjadi teladan umat. Namun, Nabi Isa menjadi pengecualian. Sepanjang sejarah kenabian, Nabi Isa dikenal sebagai nabi yang tidak menikah hingga Allah mengangkatnya ke langit.
Beberapa dalil Al-Qur’an mendukung posisi beliau sebagai sosok yang hidup zuhud dan fokus pada dakwah. Salah satu ayat yang sering dirujuk adalah:
وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ
(QS. Az-Zukhruf: 59)
"Dan Kami jadikan dia sebagai tanda bagi Bani Israil."
Allah menjadikan Nabi Isa sebagai tanda kekuasaan, termasuk lahir tanpa ayah dan hidup tanpa menikah.
Pendapat Ulama Tentang Nabi yang Tidak Menikah
Di bawah ini adalah pendapat lima ulama besar mengenai status pernikahan Nabi Isa, lengkap dengan referensi kitabnya.
Baca Buku Kisah Para Nabi Shahih Sesuai Sunnah Disini
1. Imam Ibnu Katsir
📌 Kitab Referensi: Tafsir Ibnu Katsir & Al-Bidāyah wa An-Nihāyah
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Isa tidak pernah menikah sepanjang hidupnya di dunia. Dalam penjelasan tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan Isa, Ibnu Katsir menegaskan bahwa kehidupan beliau penuh dengan dakwah, ibadah, dan perjuangan menegakkan tauhid.
Menurut Ibnu Katsir, alasan Nabi Isa tidak menikah adalah karena kehidupan beliau penuh dengan ujian, pengingkaran, dan tekanan dari kaum Bani Israil. Perhatian beliau sepenuhnya tercurah kepada dakwah dan memperbaiki keadaan umat, bukan pada urusan keluarga.
Ibnu Katsir juga menyebutkan dalam Al-Bidāyah wa An-Nihāyah bahwa setelah turunnya kembali Nabi Isa di akhir zaman, terdapat khilaf ulama apakah beliau akan menikah saat itu atau tetap tidak. Namun mayoritas ulama menyebut ada kemungkinan beliau akan menikah setelah turun ke bumi sebagai pemimpin akhir zaman. Meskipun demikian, pendapat yang kuat tetap menyatakan bahwa sampai saat ini, beliau adalah nabi yang belum menikah.
Baca Juga Istri Firauan di Dalam Islam
2. Imam Al-Qurthubi
📌 Kitab Referensi: Tafsir Al-Jāmi’ li Ahkām Al-Qur’ān
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Nabi Isa termasuk manusia yang dipilih Allah untuk menjalani kehidupan yang berbeda dari para nabi lainnya. Dalam tafsirnya, beliau menyatakan bahwa Nabi Isa menjalani kehidupan zuhud yang tinggi, jauh dari keinginan dunia termasuk pernikahan.
Menurut Al-Qurthubi, ketidakmenikahan Nabi Isa bukan karena ketidakmampuan atau larangan, tetapi semata karena takdir dan tugas kenabian yang sangat berat. Bahkan, beliau menyebut Nabi Isa sebagai teladan bagi orang-orang yang diuji dan dipaksa untuk hidup tanpa pasangan, selama itu tidak dilakukan karena menyelisihi sunnah.
3. Imam An-Nawawi
📌 Kitab Referensi: Al-Majmū’ dan Syarh Shahih Muslim
Imam An-Nawawi menyatakan dalam syarahnya terhadap hadis-hadis yang menyebut sifat para nabi bahwa Nabi Isa memang tidak menikah. Namun, beliau menegaskan bahwa ini bukan dalil bahwa meninggalkan pernikahan lebih utama. Justru, Islam memotivasi umatnya untuk menikah.
Dalam pandangan Imam Nawawi, Nabi Isa termasuk dalam golongan orang yang diberikan kekuatan untuk menahan diri dari syahwat dunia karena beliau fokus pada ibadah dan dakwah.
Kisah Para Nabi Lengkap Disini
4. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani
📌 Kitab Referensi: Fathul Bari
Dalam syarahnya terhadap hadis mengenai akhir zaman, Ibn Hajar menjelaskan bahwa ketika Nabi Isa turun kembali ke dunia, beliau akan hidup sebagai pemimpin, memerangi Dajjal, menegakkan hukum Islam, dan sebagian riwayat menyebut beliau akan menikah serta memiliki keturunan.
Namun, Ibn Hajar menegaskan bahwa hingga saat ini beliau belum pernah menikah, sehingga beliau tetap nabi yang tidak menikah selama masa kenabiannya di langit maupun ketika masih berdakwah di bumi sebelumnya.
5. Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di
📌 Kitab Referensi: Tafsir As-Sa’di
As-Sa’di memberi penekanan bahwa ketidakmenikahan Nabi Isa merupakan bagian dari tanda kekuasaan Allah. Beliau dipilih untuk menjadi contoh bahwa nilai seorang nabi bukan terletak pada pernikahan atau keturunan, tetapi pada tugas kenabian dan ketaatan kepada Allah.
Dalam tafsirnya, As-Sa’di mengingatkan bahwa tidak menikah bukanlah sunnah para nabi secara umum. Justru mayoritas nabi menikah untuk menjaga fitrah. Tetapi Allah memilih Nabi Isa berada di jalur yang berbeda demi menunjukkan mukjizat kelahiran tanpa ayah dan hidup tanpa keluarga sebagai ujian keimanan bagi Bani Israil.
Baca juga Nabi Idris Nabi Keberapa?
.jpeg)
Posting Komentar